Ikuti Pola Hidup Ini Untuk Kesehatan Jantungmu!

September lalu tepatnya tanggal 29 seluruh dunia memperingati World Heart Day atau Hari Jantung Sedunia. Berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan jantung dilakukan untuk mengisi hari peringatan tersebut. Misalnya dengan pemeriksaan kesehatan jantung, lomba lari dan gerak jalan sehat. 

Membahas soal kesehatan jantung, tahukah Anda bahwa apapun aktivitas yang kita lakukan setiap harinya, seperti apa yang kita konsumsi hingga kegiatan sehari-hari memiliki dampak yang penting bagi kesehatan, terutama jantung. 

Untuk dapat selalu menjaga kesehatan jantung, ada beberapa kegiatan yang harus Anda terapkan. Simak beberapa pola hidup berikut yang bisa dilakukan untuk kesehatan jantung Anda.


1. Aktif bergerak

Inti dari jantung yang sehat adalah dengan tetap bergerak dan mengurangi berdiam diri seperti duduk atau tidur terus menerus. Idealnya, untuk mendapatkan detak jantung yang sehat dan normal, kita bisa berlatih aerobik selama 30 menit dalam waktu lima hari dalam sepekan. Meski demikian, setiap gerakan akan bagus bagi jantung Anda. Jadi tetaplah aktif bergerak.

2. Berhenti merokok

Tidak hanya merusak paru-paru, merokok juga memiliki dampak negatif bagi kesehatan jantung Anda. Jika Anda berhenti merokok, potensi terkena penyakit jantung akan menurun. Memutuskan untuk berhenti merokok akan berdampak positif bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh.

3.  Membatasi konsumsi daging merah, gula dan lemak jahat

Terdapat banyak alternatif makanan yang bisa Anda konsumsi untuk mengganti makanan yang menyebabkan obesitas, naiknya tekanan darah atau meningkatnya risiko penyumbatan pembuluh darah karena kolesterol. Anda bisa memperbanyak porsi makan buah-buahan maupun sayur-sayuran ke dalam makanan, untuk menaikkan jumlah serat.

4. Kurangi asupan garam

Hambar rasanya jika makanan tidak dilengkapi dengan garam. Namun konsumsi garam yang berlebihan ternyata tidak baik bagi kesehatan jantung Anda. Perlahan, Anda bisa melatih menyesuaikan makanan yang rendah kandungan sodiumnya, sehingga risiko tekanan darah tinggi yang bisa menyebabkan serangan jantung dapat berkurang.

5. Jaga berat badan

Konsultasikan ke dokter, mengenai berat badan Anda. Orang dengan berat badan yang berlebih, berpotensi lebih besar terkena serangan jantung, gagal jantung dan diabetes. Menu sehat dan memerhatikan porsi makanan serta rutin berolahraga adalah cara terbaik menjaga keseimbangan tubuh Anda, tak hanya jantung.

6. Cek tingkat kolesterol

Kolesterol tinggi adalah salah satu faktor utama terkena serangan jantung. Periksa tingkat kolesterol Anda mulai sekarang, secara rutin, enam bulan sekali. Hal ini untuk mengetahui apakah Anda berisiko terkena penyakit jantung.

7. Mengukur tekanan darah

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan hal yang bisa meningkatkan risiko serangan jantung, stroke dan gagal jantung. Orang dengan tekanan darah tinggi tidak sadar bahwa mereka memiliki kondisi tersebut. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit jantung salah satunya mengurangi konsumsi makanan dengan kandungan garam yang tinggi.

8. Kurangi stress

Salah satu faktor pemicu serangan jantung adalah stres, terutama perempuan. Bagi Anda yang merasa stres akibat pekerjaan dan tugas yang menumpuk, cobalah bermeditasi, yoga atau berdiam diri selama kurang lebih 10 menit setiap hari. 


9. Ketahui tingkat gula darah

Tanpa disadari ternyata peningkatan gula darah yang mengarah pada diabetes juga bisa berpengaruh pada kesehatan jantung. Jika Anda ada pada kondisi di mana kadar gula darah lebih tinggi dari biasanya atau memiliki tanda-tanda diabetes, berpikirlah untuk segera mengubah pola hidup Anda untuk kesehatan jantung Anda.

10. Rutin periksa ke dokter

Pemeriksaan yang rutin bisa menjadi cara terbaik untuk mencegah terjadinya penyakit jantung. Sebuah penelitian mengatakan orang yang menghentikan pemeriksaan jantung memiliki risiko terkena serangan jantung lebih besar.

Jadi itulah beberapa pola hidup yang bisa Anda terapkan untuk menjaga kesehatan jantung Anda. Dengan jantung yang sehat, Anda dapat menikmati hidup dalam jangka waktu yang lebih lama. Kurangi kebiasaan yang berdampak negatif bagi tubuh Anda. Meski awalnya sulit, perlahan-lahan akan terbiasa. Karena hidup sehat jauh lebih bahagia kan?

Hal yang Harus Kamu Tahu Sebelum Lakukan Lasik

Menatap layar laptop atau gadget terlalu lama dan terus-menerus membuat mata menjadi lelah dan dapat mengakibatkan gangguan pada penglihatan. Penggunaan kacamata maupun lensa kontak menjadi suatu hal yang wajar di kalangan remaja hingga dewasa. Bahkan di usia dini, anak-anak sudah mulai menggunakan kacamata karena sering terpapar cahaya dari layar gadget mereka.

Mungkin bagi sebagian orang, menggunakan kacamata maupun lensa kontak adalah hal yang mengganggu dan melelahkan. Mereka mulai berupaya menemukan cara untuk menormalkan kembali gangguan pada penglihatannya. Seiring dengan perkembangan teknologi di dunia kesehatan, hadir lah terobosan bernama LASIK. Laser-assisted in situ keratomileusis atau yang disingkat dengan LASIK merupakan sebutan untuk operasi pada mata menggunakan medium laser. Operasi ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi mata yang memiliki kasus rabun jauh (miopi), rabun dekat (hyperopia), serta astigmatisma atau yang biasa disebut dengan silindris.

Operasi LASIK ternyata memiliki beberapa prosedur yang harus diperhatikan. Tidak semua orang yang memiliki gangguan pada penglihatan dapat melakukan operasi ini. Berdasarkan penuturan dari konsultan sekaligus operator bedah katarak dan reaktif Jakarta Eye Center (JEC), pasien yang ingin melakukan operasi LASIK harus memenuhi syarat tertentu.

Pertama, pasien yang mengalami gangguan penglihatan diperbolehkan menjalani operasi LASIK dengan batas usia 18 tahun dan tidak mengalami infeksi pada mata. Kedua, pasien yang sedang dalam kondisi hamil dan menyusui  tidak diperkenankan untuk melakukan operasi LASIK karena biasanya pada kondisi tersebut ada perubahan hormonal yang dapat  berpengaruh terhadap kornea pasien. Jika kedua prosedur ini terpenuhi, pasien akan menjalani langkah selanjutnya.

Sebelum melakukan operasi LASIK, pasien diminta untuk melepas soft contact lenses selama 14 hari dan hard contact lenses selama 30 hari. Proses ini berguna untuk menormalkan kondisi mata pasien agar permukaan kornea menjadi alami.

Di tahapan selanjutnya, pasien akan menjalani pra-lasik. Pada tahap ini, pasien akan menjalani pemeriksaan kondisi mata mulai dari kornea, retina, hingga mendeteksi jenis gangguan penglihatan pada mata. Jika sudah melakukan tahap ini, saat itu juga pasien bisa langsung melakukan operasi LASIK. Apabila belum memenuhi prosedur, operasi harus ditunda terlebih dahulu.

Proses operasi LASIK dilakukan dengan mengikis kornea untuk mengoreksi gangguan pada penglihatan. Adanya kemajuan teknologi di bidang kesehatan, operasi bisa berjalan lebih cepat hingga mengurangi efek samping pasca operasi. Pada umumnya, setelah menjalankan operasi, pasien akan merasakan ketidaknyamanan pada mata. Dalam durasi 2-3 jam, pasien akan merasa ada yang mengganjal dan membuat mata berair.

Efek samping lain yang muncul pasca operasi LASIK adalah adanya gangguan penglihatan seperti silau atau bias cahaya. Hal ini terjadi karena pada proses operasi, dokter membuat goresan kecil di kornea mata. Kemudian mata disinari laser untuk menghapus beberapa jaringan kornea dan  membentuknya kembali untuk meningkatkan daya penglihatan pasien. Namun, efek ini terbayar dengan hasil setelah operasi yakni, pasien akan mengalami peningkatan dalam pandangan mereka.

Sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan operasi LASIK untuk menormalkan kembali kondisi penglihatan, sebaiknya pasien berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter spesialis mata. Seperti yang sudah dijelaskan dalam tulisan ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menjalankan operasi. Pastikan pasien telah memenuhi prosedur sebelum melakukan operasi dan mempertimbangkan secara matang efek samping yang dirasakan setelah menjalankan operasi. Penglihatan merupakan hal yang krusial bagi seseorang, maka harus terus dijaga kesehatannya. Selamat mencoba!

Mendengkur: Sebabkan Banyak Penyakit, Benarkah?

Mendengkur

Seringkali ada anggapan bahwa orang yang mendengkur atau mengorok saat tertidur tandanya orang tersebut mengalami kelelahan dan dianggap wajar. Sebagian orang menganggap mendengkur sebagai sebuah gangguan saat tertidur. Namun, tahukah kamu berdasarkan berbagai penemuan dalam bidang kesehatan, mendengkur dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang ternyata berbahaya? Apa sajakah penyakit yang disebabkan dari mendengkur?

Mendengkur atau mengorok adalah kondisi di mana seseorang mengeluarkan suara yang kasar dari tenggorokan saat tertidur. Orang yang tidur mendengkur dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang disebut dengan sleep apnea. Apakah sleep apnea itu? Sleep apnea adalah kondisi henti nafas saat tertidur, tentu saja hal ini memiliki dampak bagi kesehatan seseorang.

Saat tertidur, otot-otot saluran pernafasan melemas, dalam kondisi ini seseorang dapat mengalami sleep apnea. Akibatnya jalan nafas menjadi menyempit hingga menyumbat dan tidak ada udara yang bisa lewat. Durasi sleep apnea atau henti nafas ini bisa terjadi selama 10 detik sampai dengan lebih dari satu menit. Jika hal ini dibiarkan terjadi, seseorang akan dapat mengalami beberapa penyakit sebagai berikut:

Stroke

Sleep apnea ternyata dapat meningkatkan risiko seseorang terkena stroke. Salah satu penyakit berbahaya di Indonesia. Peningkatan kekentalan darah pada pengidap sleep apnea menjadi salah satu pemicu meningkatnya risiko stroke.

Penyakit Jantung

Jika semakin dibiarkan, mendengkur dapat menyebabkan wap sbobet serangan jantung. Apakah korelasi antara mendengkur dan penyakit jantung? Mendengkur dapat memicu risiko denyut jantung yang tidak beraturan sehingga dapat menyebabkan penyakit jantung seperti, serangan jantung, jantung koroner dan jantung kongestif. Menurut penelitian dalam Journal of the American College of Cardiology, jantung orang yang mengidap sleep apnea membengkak dan mengalami penebalan dinding jantung di satu sisi, serta kemampuan memompa pada jantung berkurang.

Tekanan Darah Tinggi

Sleep apnea merupakan salah satu penyebab utama tekanan darah tinggi atau hipertensi. Ada kaitannya antara tingkat keparahan sleep apnea dengan peningkatan tekanan darah seseorang. Semakin parah tingkat sleep apnea, semakin berat peningkatan tekanan darah.

Depresi

Ternyata sleep apnea dapat menyebabkan depresi. Riset menunjukkan bahwa depresi sering terjadi pada pengidap sleep apnea. Dengan tingkatan sleep apnea ringan, seseorang dapat mengalami depresi. Pada tingkatan sleep apnea yang lebih besar lagi, peningkatan risiko depresi juga semiakin besar.

Kematian

Penelitian tahun 2008 dari Jurnal Sleep menyatakan, orang yang mendengkur memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak mendengkur. Terlebih jika kebiasaan mendengkur terlalu lama dibiarkan, risiko kematian akan meningkat seiring dengan tingkat keparahan henti nafas.

Bagi Anda yang kerap kali mendengkur ketika tidur, sebaiknya Anda melakukan penanganan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan sleep apnea. Penanganan sleep apnea dapat anda lakukan dengan cara yakni pembedahan Continuous Postive Airway Pressure (CPAP) atau dental apliances, untuk sementara cara ini dinilai memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi untuk mengurangi sleep apnea. Cara ini juga dinilai dapat mengurangi risiko terjadinya beberapa penyakit yang telah dijelaskan dalam tulisan ini.

Mengenal Gejala Stunting pada Anak

Stunting

Pernahkah Anda mendengar istilah Stunting? Mungkin beberapa orang belum familiar dengan istilah tersebut. Jadi sebenarnya apakah yang dimaksud dengan Stunting? Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam kurun waktu yang cukup lama, dampaknya, seseorang khususnya anak-anak mengalami gangguan pertumbuhan yakni tinggi badan anak menjadi lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Stunting dapat terjadi karena kurangnya asupan gizi pada anak pada anak, sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Selain faktor asupan gizi, Stunting juga terjadi akibat lingkungan dengan sanitasi yang buruk. Lingkungan yang tidak bersih membuat anak rentan terkena infeksi. Faktor lainnya adalah pola asuh orang tua yang kurang baik, membuat anak beresiko mengalami Stunting. Bagi Anda para orang tua, perlu mengenali gejala Stunting.

Pertumbuhan yang Lambat

Anda perlu memerhatikan pertumbuhan buah hati Anda sejak lahir hingga berusia 2 tahun. Jika pertumbuhan anak Anda baik dari tinggi badan, pertumbuhan gigi serta pertumbuhan tulang melambat, Anda perlu mengecek apakah anak Anda berpotensi mengalami Stunting atau tidak. Namun, tidak semua anak yang kurang tinggi mengalami Stunting. Kemungkinan Stunting terjadi apabila tinggi badan anak Anda lebih rendah dari anak pada standar usianya.

Masalah pada Berat Badan

Anak yang mengalami Stunting dapat dilihat apabila memiliki masalah pada keseimbangan proporsi tubuhnya. Berat badannya rendah, namun memiliki pipi yang chubby. Jika proporsi tubuh anak Anda demikian, Anda perlu mewaspadai dan segera mengecek kesehatan anak Anda.

Sistem Kekebalan Tubuh Rendah

Sebagai orang tua, Anda perlu mengenali apakah anak Anda rentan terhadap penyakit, khususnya penyakit infeksi. Anak dengan Stunting memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah sehingga sering mengalami sakit. Anak dengan Stunting lebih lama sembuh jika sedang sakit. Hal ini akan berdampak jangka panjang terhadap kesehatan anak Anda.

Stunting merupakan masalah kesehatan yang cukup serius bagi kualitas manusia khususnya di Indonesia. Hal ini dikarenakan Stunting tidak hanya mengganggu pertumbuhan anak secara fisik, namun juga mengganggu kemampuan, produktivitas serta kreativitas anak selama masa tumbuh dan berkembang. Orang tua perlu mendeteksi sejak awal gejala Stunting pada anak.