Hal yang Harus Kamu Tahu Sebelum Lakukan Lasik

Menatap layar laptop atau gadget terlalu lama dan terus-menerus membuat mata menjadi lelah dan dapat mengakibatkan gangguan pada penglihatan. Penggunaan kacamata maupun lensa kontak menjadi suatu hal yang wajar di kalangan remaja hingga dewasa. Bahkan di usia dini, anak-anak sudah mulai menggunakan kacamata karena sering terpapar cahaya dari layar gadget mereka.

Mungkin bagi sebagian orang, menggunakan kacamata maupun lensa kontak adalah hal yang mengganggu dan melelahkan. Mereka mulai berupaya menemukan cara untuk menormalkan kembali gangguan pada penglihatannya. Seiring dengan perkembangan teknologi di dunia kesehatan, hadir lah terobosan bernama LASIK. Laser-assisted in situ keratomileusis atau yang disingkat dengan LASIK merupakan sebutan untuk operasi pada mata menggunakan medium laser. Operasi ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi mata yang memiliki kasus rabun jauh (miopi), rabun dekat (hyperopia), serta astigmatisma atau yang biasa disebut dengan silindris.

Operasi LASIK ternyata memiliki beberapa prosedur yang harus diperhatikan. Tidak semua orang yang memiliki gangguan pada penglihatan dapat melakukan operasi ini. Berdasarkan penuturan dari konsultan sekaligus operator bedah katarak dan reaktif Jakarta Eye Center (JEC), pasien yang ingin melakukan operasi LASIK harus memenuhi syarat tertentu.

Pertama, pasien yang mengalami gangguan penglihatan diperbolehkan menjalani operasi LASIK dengan batas usia 18 tahun dan tidak mengalami infeksi pada mata. Kedua, pasien yang sedang dalam kondisi hamil dan menyusui  tidak diperkenankan untuk melakukan operasi LASIK karena biasanya pada kondisi tersebut ada perubahan hormonal yang dapat  berpengaruh terhadap kornea pasien. Jika kedua prosedur ini terpenuhi, pasien akan menjalani langkah selanjutnya.

Sebelum melakukan operasi LASIK, pasien diminta untuk melepas soft contact lenses selama 14 hari dan hard contact lenses selama 30 hari. Proses ini berguna untuk menormalkan kondisi mata pasien agar permukaan kornea menjadi alami.

Di tahapan selanjutnya, pasien akan menjalani pra-lasik. Pada tahap ini, pasien akan menjalani pemeriksaan kondisi mata mulai dari kornea, retina, hingga mendeteksi jenis gangguan penglihatan pada mata. Jika sudah melakukan tahap ini, saat itu juga pasien bisa langsung melakukan operasi LASIK. Apabila belum memenuhi prosedur, operasi harus ditunda terlebih dahulu.

Proses operasi LASIK dilakukan dengan mengikis kornea untuk mengoreksi gangguan pada penglihatan. Adanya kemajuan teknologi di bidang kesehatan, operasi bisa berjalan lebih cepat hingga mengurangi efek samping pasca operasi. Pada umumnya, setelah menjalankan operasi, pasien akan merasakan ketidaknyamanan pada mata. Dalam durasi 2-3 jam, pasien akan merasa ada yang mengganjal dan membuat mata berair.

Efek samping lain yang muncul pasca operasi LASIK adalah adanya gangguan penglihatan seperti silau atau bias cahaya. Hal ini terjadi karena pada proses operasi, dokter membuat goresan kecil di kornea mata. Kemudian mata disinari laser untuk menghapus beberapa jaringan kornea dan  membentuknya kembali untuk meningkatkan daya penglihatan pasien. Namun, efek ini terbayar dengan hasil setelah operasi yakni, pasien akan mengalami peningkatan dalam pandangan mereka.

Sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan operasi LASIK untuk menormalkan kembali kondisi penglihatan, sebaiknya pasien berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter spesialis mata. Seperti yang sudah dijelaskan dalam tulisan ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menjalankan operasi. Pastikan pasien telah memenuhi prosedur sebelum melakukan operasi dan mempertimbangkan secara matang efek samping yang dirasakan setelah menjalankan operasi. Penglihatan merupakan hal yang krusial bagi seseorang, maka harus terus dijaga kesehatannya. Selamat mencoba!